Sabtu, 21 Juli 2012

Kabut Cinta



BUKAN tanpa alasan Lu Yiping membenci Papanya, Lu Zenhua dan Bibi Xue, ibu tirinya serta semua saudara tirinya. Dia dan ibunya terusir dari rumah kediaman keluarga Lu karena ulah Bibi Xue, sehingga mereka harus tinggal di rumah sewaan sederhana.Yang membuat Yiping tersiksa, setiap bulan dia harus datang ke rumah tersebut guna meminta jatah uang bulanan untuk nafkah mereka sehari-hari.
Suatu hari, Yiping berhujan-hujan mendatangi rumah itu untuk meminta uang. Pasalnya, uang sewa rumah sudah 2 bulan tidak dibayar sehingga pemiliknya sering menagih. Selain untuk sewa dan belanja makanan, ibunya juga sakit-sakitan sehingga harus berobat, serta keperluan musim dingin seperti selimut dan baju hangat untuk mereka juga harus diganti. Jadi, Yiping bermaksud meminta uang tambahan untuk semua keperluan tersebut.
Ketika dia datang, ada 2 adik tirinya, Mengping yang remaja serta Erji yang masih 10 tahun. Bibi Xue kemudian keluar menemuinya juga Papanya. Terakhir muncul Ruping, kakak tirinya. Satu-satunya yang tidak kelihatan adalah kakak tiri tertuanya, Erhao. 
Yiping sangat kecewa ketika Papanya memberikan uang jauh lebih sedikit dari yang mereka perlukan. Yang membuatnya panas, Bibi Xue, melontar kata-kata pedas seperti yang pernah dilakukannya kepada ibu sehingga memutuskan keluar dari rumah. Yiping membalas penghinaan itu. Papanya yang mudanya pernah menjadi jenderal berkuasa dan dijuluki Macan Kumbang marah dan mencambuknya. Yiping melawan. Dia melemparkan uang yang diberikan meskipun mereka sangat memerlukan uang itu. Dia tak bisa menerima penghinaan mereka. Yiping pergi dari rumah itu dengan membawa dendam dan kebencian. Dia benci pada mereka semua, termasuk Ruping yang sebenarnya paling baik padanya. Pasalnya, mereka hanya melihat dan menonton ketika dia dicambuk papanya.
Gagal memperoleh uang dari Papanya, Yiping berusaha mencari kerja, tapi gagal. Akhirnya dia meminjam uang pada Fangyu, sahabatnya sejak SMA, yang keluarganya sama sekali tidak berlebihan. Tapi semua uang diserahkan Ibunya kepada pemilik rumah sehingga tidak ada yang tersisa untuk makan mereka. Untung, Fangyu datang, menambah uang pinjamannya.
Papa mengirim uang melalui Erhao dengan jumlah melebihi yang diharapkan. Ibunya menerima. Yiping yang baru mengetahui hendak mengembalikannya. Tapi setelah dibujuk, dank arena mereka memang memerlukan, Yiping akhirnya menerima. Namun, bukan berarti kebenciannya kepada Papa dan keluarganya juga hilang, meskipun sejak itu sikap Papa berubah menjadi lebih baik kepadanya.
Kesempatan Yiping membalas dendam ketika dia mengunjungi rumah tersebut dan berkenalan dengan Huan Shuheng, teman Erhao yang ingin dijodohkan dengan Ruping. Melihat Bibi Xue bersemangat, Yiping berniat merebut Shuheng dari Ruping supaya Bibi Xue kesal. Ternyata usahanya mendekati Shuheng berjalan lancar karena Shuheng juga tertarik padanya. Namun Yiping sama sekali tidak memperkirakan, hubungan mereka yang semula diniatkannya hanya untuk membalas dendam justru membuatnya benar-benar jatuh cinta pada Shuheng. 
Kesempatan kembali datang ketika Yiping dan Shuheng bertemu Mengping yang mabuk di sebuah tempat hiburan malam. Dia dikelilingi para cowok berandal. Shuheng bermaksud menolong, tapi Yiping mencegah dengan alasan demi menjaga nama baik keluarganya. Shuheng menurut meski merasa heran dengan tindakan Yiping. Namun dia kembali merasa menyesal ketika Mengping akhirnya hamil akibat perbuatan para berandal tersebut. Dia dimarahi Papanya habis-habisan karena tidak bisa menyebutkan siapa yang berbuat. Dia malah berusaha menggugurkan kandungannya sehingga harus dirawat di rumah sakit.
Suatu hari, Shuheng membaca buku harian Yiping tentang niatnya membalas dendam dengan merebut Shuheng dari Ruping. Shuheng sangat marah. Dia mengatakan, akan membalas perbuatan Yiping yang sangat menghinanya. Ternyata, ketika suatu hari Yiping berkunjung ke rumah Papanya, Shuheng berada di sana bersama Ruping. Bibi Xue dan Erhao mengatakan rencana pertunangan Shuheng dan Ruping kepada Yiping. Yiping pun mengerti, itulah cara Shuheng membalas dendam padanya. Meski berpura-pura tidak peduli, pulangnya Yiping kehilangan arah. Dia berjalan di tengah hujan seperti orang gila dan tidak sadar dibawa orang pulang. Dia sakit dan tidak sadar selama berhari-hari. Shuheng yang membawanya pulang menungguinya dengan perasaan bersalah. Papa juga sering menjenguknya.
Akhirnya Yiping sembuh dan Shuheng kembali padanya. Ketika dia datang menjenguk Papa, Bibi Xue yang marah kepadanya karena menganggapnya telah merebut Shuheng dari Ruping memarahinya. Yiping yang tidak diterima karena ibunya juga dihina balas membuka rahasia Bibi Xue yang menjalin hubungan dengan pria lain. Dia pernah melihat pria ini dan sangat mirip dengan Erji sehingga dia yakin, Erji anak mereka, bukan anak papanya. Mendengar laporan Yiping, Papa sangat marah pada Bibi Xue. Apalagi ditemukan sebagian hartanya yang dipercayakan kepada Bibi Xue juga raib entah ke mana.
Keadaan keluarga Lu kacau balau. Erhao diusir Papanya ketika berusaha mencegahnya membunuh Bibi Xue. Mengping masih di rumah sakit. Sementara Bibi Xue dan Erji dikurung papa di kamar dan tidak diberi makan. Tinggal Ruping yang kebingungan sendiri. Ketika menyelundupkan makanan untuk ibu dan adiknya, Ruping juga dimarahi Papa. Dia hanya bisa membantu ibunya menyampaikan pesan kepada lelaki yang jadi kekasihnya. Dengan bantuan lelaki itu, Bibi Xue menjebol jendela dan melarikan diri beserta Erji serta masih sempat mencuri seluruh harta Papa yang tersisa.
Dendam Yiping terbalas, karena keluarga itu akhirnya berantakan. Tapi dia tidak merasa puas ataupun bahagia, malah sebaliknya. Mengapa?


Judul Asli : Yan Yung Meng Meng
Penerjemah : Pangesti A Bernadus, dan Tutut Bintoro
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Cetakan kedua April 2002

Sumber: http://id.shvoong.com/books/romance/2060485-kabut-cinta/#ixzz21Bjmhdiy

Tidak ada komentar: